YOGYAKARTA — Lembaga Amil Zakat (LAZ) Goedang Zakat Al-Khairaat menyatakan sikap tegas dan mengecam keras tindakan sewenang-wenang pasukan militer Israel yang melakukan pencegatan, pembajakan, serta penahanan terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan internasional. Aksi tersebut berdampak langsung pada nasib ratusan delegasi global, termasuk 9 aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang bertindak sebagai perwakilan amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.

Berdasarkan rilis resmi Forum Zakat (FOZ) selaku asosiasi gerakan zakat nasional, armada Global Sumud Flotilla 2.0 sedianya mengerahkan total 50 kapal kemanusiaan yang berlayar dari berbagai titik di Laut Mediterania. Misi ini membawa 337 aktivis dan jurnalis internasional guna menyalurkan bantuan medis, pangan, serta logistik darurat untuk warga Palestina di Gaza. Namun, per 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, sebanyak 40 kapal dicegat secara paksa. Hingga saat ini, lebih dari 100 aktivis dilaporkan telah diculik dan ditahan, termasuk di dalamnya 9 delegasi dari Indonesia.
Seluruh bantuan yang diangkut oleh armada tersebut merupakan amanah dan wujud kepedulian konkret dari masyarakat dunia, termasuk titipan rakyat Indonesia. Perampasan logistik ini dinilai bukan lagi sekadar penahanan biasa, melainkan pelanggaran berat terhadap hak hidup warga Gaza yang tengah menghadapi ancaman kelaparan ekstrem. Secara hukum, tindakan militer Israel tersebut telah melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71. Aturan internasional tersebut secara mutlak mewajibkan pelindungan bagi personel kemanusiaan dan menjamin akses jalur bantuan tanpa hambatan apa pun.
Sebagai bagian dari gerakan zakat di bawah naungan Forum Zakat (FOZ), LAZ Goedang Zakat Al-Khairaat menegaskan dukungannya terhadap enam poin pernyataan sikap bersama:
-
Mengecam Keras Pembajakan Misi Kemanusiaan
Mengutuk pembajakan terhadap 40 kapal di perairan internasional dan menuntut pengembalian utuh seluruh muatan logistik agar misi kemanusiaan dapat berlanjut. -
Menuntut Pembebasan Segera Delegasi Indonesia
Mendesak otoritas penahan untuk segera membebaskan lebih dari 100 relawan, khususnya 9 aktivis kemanusiaan Indonesia, tanpa syarat. -
Mendesak Diplomasi Darurat Pemerintah RI
Meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengambil langkah diplomasi progresif guna menyelamatkan warga negara Indonesia, sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945. -
Koordinasi Proaktif Aliansi
Mendukung langkah FOZ dalam berkoordinasi intensif dengan Kemlu RI dan tim Global Sumud Flotilla untuk memantau situasi terkini. -
Mendesak Perlindungan Akses Global
Meminta PBB dan komunitas internasional membuka koridor kemanusiaan yang aman baik di laut maupun darat. -
Seruan Solidaritas Nasional
Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat doa, menjaga soliditas, serta membanjiri ruang media sosial dengan narasi dukungan bagi kemerdekaan Palestina.
“Kami mengetuk hati masyarakat luas untuk tidak lelah mengawal isu ini. Penahanan bantuan ini mencederai nilai kemanusiaan universal. Mari bersama-sama kita doakan keselamatan para relawan dan terus gaungkan solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina.”
Bagi masyarakat yang ingin terus memantau perkembangan situasi atau menyalurkan kepeduliannya, LAZ Goedang Zakat Al-Khairaat berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan jaringan FOZ demi memastikan amanah kemanusiaan ini sampai ke tujuan. Palestine will be free!
