Berpuasa tidak hanya melatih diri menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen istimewa untuk memperbanyak doa. Dalam ibadah puasa, terdapat waktu-waktu mustajab, yaitu saat doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga waktu mustajab ketika berpuasa, yakni ketika waktu sahur, saat berpuasa, dan ketika waktu berbuka. Memanfaatkan momen ini membuat puasa lebih bermakna karena disertai upaya mendekatkan diri kepada Allah.

- Waktu Sahur
Waktu sahur yang bertepatan dengan sepertiga malam terakhir, menjadi momen istimewa untuk berdoa. Suasana yang tenang dapat membantu hati lebih khusyuk. Bangun sahur bukan hanya kesempatan untuk mengisi tenaga, tetapi juga peluang emas untuk memperbanyak doa. Rasulullah SAW bersabda, “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah SWT Berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145).
Berdasarkan riwayat tersebut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa Allah SWT yang akan langsung turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, untuk memperhatikan hamba-hamba-Nya yang sedang memanjatkan doa kepada-Nya. Allah SWT juga berjanji akan mengabulkan, memberi, dan mengamuni siapapun hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya di waktu tersebut.
- Saat Berpuasa
Seluruh waktu selama seseorang menjalankan puasa juga termasuk momen yang istimewa untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak, yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305).
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa berada dalam keadaan beribadah. Artinya, di sela-sela aktivitas harian, baik saat bekerja, belajar, atau bahkan ketika merasa lelah, kita tetap memiliki kesempatan berharga untuk memanjatkan doa. Justru di tengah rasa lelah atau saat berusaha menahan emosi, doa yang terucap sering kali lebih tulus karena muncul dari kesadaran akan kelemahan diri dan kebutuhan akan pertolongan Allah SWT.

- Waktu Berbuka
Waktu berikutnya yang sangat istimewa adalah saat menjelang dan ketika berbuka puasa. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526).
Setelah seharian menahan diri, kondisi fisik memang lemah, tetapi justru pada saat itulah hati biasanya terasa lebih lembut dan penuh harap. Ada rasa syukur karena diberi kekuatan untuk menyelesaikan puasa hari itu, sekaligus rasa butuh yang begitu tulus. Dalam keadaan seperti ini, doa sering kali lahir dari kedalaman hati yang paling jujur. Maka sebelum menyentuh makanan atau minuman, meluangkan sedikit waktu untuk berdoa dengan sungguh-sungguh adalah kebiasaan yang sangat dianjurkan.
Pada akhirnya, doa di waktu-waktu mustajab saat berpuasa tidak menuntut rangkaian kata yang indah atau panjang. Yang lebih utama adalah ketulusan, keyakinan, dan kesadaran bahwa kita benar-benar membutuhkan pertolongan Rabb kita Apa pun yang menjadi isi doa, baik soal urusan keluarga, kesehatan, rezeki, ketenangan hati, atau bahkan harapan-harapan kecil yang terpendam, semuanya layak disampaikan. Puasa memberi kita kesempatan bukan hanya untuk menahan diri, tetapi juga untuk lebih sering mengetuk pintu langit dengan penuh harap.
