
Menjadi seorang amil di LAZ Goedang Zakat Al-Khairaat mengajarkan saya satu hal penting, yaitu kebahagiaan bukan hanya ketika menerima, tetapi justru ketika memberi dan melihat dampaknya dirasakan orang lain. Inilah yang kami sebut bahagianya merayakan dampak.
Saya masih ingat betul saat ikut menyalurkan bantuan bagi para penyintas gempa Cianjur tahun 2022. Saat itu, rumah-rumah mereka hancur, keluarga kehilangan tempat tinggal, dan sebagian kehilangan orang yang mereka cintai. Di tengah duka tersebut, kami hadir membawa bantuan logistik, selimut, dan kebutuhan pokok. Bukan bantuan besar, tapi cukup untuk membuat mereka merasa tidak sendirian. Saya tidak bisa melupakan wajah-wajah mereka yang tiba-tiba kembali bersemangat ketika tahu ada yang peduli. Dari situ saya belajar, bahwa kebahagiaan kadang hadir dalam bentuk sederhana: sebuah harapan baru.

Kebahagiaan lain saya rasakan ketika mendampingi anak-anak yatim binaan. Saya menjadi saksi hidup dari perjalanan mereka. Dari kecil, usia TK hingga SD, saya sudah melihat mereka tumbuh. Sekarang sebagian sudah duduk di bangku SMP. Mereka bukan hanya mendapat bantuan biaya pendidikan, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan motivasi untuk berani bermimpi. Saat mereka berhasil menyetorkan hafalan Al-Qur’an atau pulang sekolah dengan nilai yang membanggakan, hati saya ikut penuh dengan rasa syukur. Seolah Allah sedang menunjukkan bahwa kebaikan kecil yang kita tanamkan bisa tumbuh menjadi kekuatan besar dalam kehidupan anak-anak ini.
Begitu pula dalam program pemberdayaan ekonomi. Saat seorang ibu tunggal bisa membuka usaha kecil berkat modal yang kami salurkan, ia tersenyum sambil berkata, “Terima kasih, sekarang saya bisa menghidupi anak-anak sendiri.” Kalimat itu sederhana, tapi bagi saya lebih berharga daripada apa pun. Karena dari situlah kami tahu bahwa dampak zakat, infak, dan sedekah benar-benar bisa mengubah kehidupan.
Bahagia sebagai amil bukan diukur dari seberapa banyak program yang dijalankan, tapi dari arti yang lahir dari setiap program itu. Bahagia adalah ketika doa-doa tulus dipanjatkan penerima manfaat untuk kita. Bahagia adalah ketika senyum mereka menular, membuat hati ikut tenang dan damai.
Menjadi bagian dari LAZ Goedang Zakat Al-Khairaat membuat saya paham, bahwa setiap tetes keringat, setiap langkah, setiap tenaga yang kita curahkan, tidak pernah sia-sia. Karena dampaknya nyata, bisa dirasakan, dan meninggalkan jejak kebaikan.
Inilah bahagianya merayakan dampak, sederhana, tulus, dan penuh makna.
