
Dari Indonesia, kita membawa lima kapal dengan nama lima pahlawan besar negeri ini: Diponegoro, Pati Unus, Malahayati, Sultan Hasanuddin, dan Ir. Soekarno. Nama-nama ini bukan sekadar simbol, melainkan jejak sejarah perlawanan bangsa kita yang telah mengajarkan arti keteguhan dan keberanian. Dan tokoh utama dalam saga besar ini adalah Gaza, yang ketabahannya akan tercatat dalam sejarah ribuan tahun ke depan.

Pati Unus, yang dikenal Portugis sebagai Pangeran Laut, pernah dua kali memimpin 500 kapal menyerang Malaka. Meski syahid dalam pertempuran, beliau meninggalkan warisan bahwa Nusantara adalah negeri perlawanan. Hampir seabad kemudian, Sultan Hasanuddin memimpin perang laut melawan Belanda di Sulawesi Selatan, meneguhkan bahwa laut dan keberanian adalah bagian dari jati diri bangsa kita. Kini, semangat itu kita wariskan dalam bentuk Kapal Indonesia, bagian dari Global Sumud Flotilla yang berlayar bersama 44 negara lainnya demi menembus blokade kemanusiaan di Palestina.
Mari satukan hati, teguhkan langkah, dan tunjukkan aksi nyata! Bersama LAZ Goedang Zakat Al-Khairaat, donatur, mitra, dan seluruh Sahabat kebaikan, kita wujudkan gelombang kepedulian untuk rakyat Palestina 🇵🇸. Jangan tunggu esok, tunaikan bantuan terbaikmu hari ini, agar perjuangan dan keteguhan Gaza mendapat dukungan dari saudara-saudara di seluruh dunia.
