Contoh Sedekah Jariyah

Blog Ditulis oleh : Administrator 21 Februari 2023 | 11:05:00

Print Share Tweet Whatsapp Messanger

Contoh Sedekah Jariyah Menurut Rosulullah  Sebagai Bekal Akhirat

Sedekah berasal dari bahasa arab yang memiliki arti yaitu suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa pamrih dan tidak dibatasi  ruang dan waktu serta dengan jumlah tertentu yang semata-mata hanya mengharap ridha dan pahala dari Allah SWT. Sedekah berasal dari kata shiddiq yang berarti benar. Makna sedekah secara etimologi adalah membenarkan sesuatu. Dan sedekah secara terminologi adalah sesuatu yang diberikan dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah swt. Pada artikel ini akan mengupas beberapa contoh sedekah jariyah serta hukum dan manfaatnya.

Dalil Anjuran Bersedekah

Bersedekah merupakan amal terpuji, karena dengan bersedekah setidaknya dapat mengurangi satu kesusahan orang lain dan mempererat hubungan antara si kaya dan miskin. Oleh karena itu, perintah bersedekah banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits. Seperti yang tercantum dalam surat An-Nisa ayat 114 :

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya :

Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.

Dan pada Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, yang artinya : “Tujuh kelompok yang akan dilindungi oleh Allah, di hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah, yaitu Imam yang adil, pemuda yang selalu ibadah kepada Tuhannya, laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, baik ketika bersatu ataupun ketika berpisah, laki-laki yang dapat menghindar dari berbuat mesum ketika seorang perempuan cantik mengajaknya dan laki-laki tersebut berkata aku takut kepada Allah, laki-laki yang hatinya tunduk kepada Allah dan selalu mengeluarkan air mata ketika ibadah, laki-laki yang bersedekah dengan sedekahnya ia selalu menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya”.

Dari beberapa firman Allah diatas merupakan secuil dari banyaknya ayat dan hadits yang menjelaskan tentang sedekah. Oleh karena itu, sedekah sangat dianjurkan sekali dalam agama dan merupakan amal yang sangat dicintai Allah dalam membantu orang lain.

Hukum Sedekah

Al-Quran dan Hadist menganjurkan untuk bersedekah akan tetapi tidak sebagaimana kewajiban mengeluarkan zakat dan sholat. Karena dalam sedekah tidak ada ketentuan dan kadarnya seperti zakat, sedekah tidak terikat dengan waktu seperti ibadah sholat. Dan tidak ada dosa seandainya seseorang tidak melakukan sedekah sebagaimana ibadah melakukan zakat dan sholat. Akan tetapi secara umum, sedekah dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu sedekah yang wajib dan sedekah yang sunah. Sedekah yang sunah pun dibedakan menjadi dua, yaitu sedekah yang pahalanya tidak senantiasa mengalir, dan sedekah yang pahalanya senantiasa mengalir meskipun pihak yang menyedekahkan hartanya telah meninggal dunia atau yang bisa disebut sedekah jariyah.

Sebagai seorang muslim sudah semestinya kita mempersiapkan bekal untuk di akhirat kelak dengan melakukan ibadah dan amal sholeh. Salah satu amal sholeh yang pahalanya mengalir secara terus-menerus meskipun orang tersebut telah meninggal adalah sedekah jariyah. Ada banyak contoh sedekah jariyah yang bisa kamu lakukan agar mendapat pahala dari Allah SWT.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا مَاتَ الإنْسَانُ انْقَطَعَ عنْه عَمَلُهُ إِلَّا مِن ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِن صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو له

Artinya: "Ketika seseorang meninggal, seluruh perbuatannya terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya." (HR Muslim)

Dan dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rosulullah besabda bahwa terdapat amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya, dan diantaranya : Orang yang melarang ilmu agama, orang yang mengairi sungai (yang mati), orang yang membuat sumur, orang yang menanam pohon kurma, orang yang membangun masjid, orang yang memberi mushaf Al-Qur'an, dan anak sholeh yang selalu mendo'akan orang orang tua.

Contoh Sedekah Jariyah

Berikut 4 contoh sedekah jariyah yang bisa kita lakukan supaya pahala terus mengalir hingga akhir hayat :

1. Memberi makan pada yang membutuhkan

Hadits riwayat Mua'adz bin Jabal, menerangkan bahwa Rasulullah pernah meninggal,

مَنْ أَطْعَمَ مُؤْمِنًا حَتَّى يُشْبِعَهُ مِنْ سَغَبٍ أَدْخَلَهُ اللهُ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ لَا يَدْخُلُهُ ٳِلَّا مَنْ كَانَ مِثْلَ رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ

Artinya: "Barangsiapa yang memberikan makan orang mu'min sehingga dia kenyang dari kelaparannya, maka Allah SWT akan memasukkannya ke satu pintu dari pintu -pintunya surga, tidak ada lagi yang masuk melalui pintu tersebut kecuali orang yang serupa dengannya."

2. Membangun masjid

Telah kita ketahui bahwasannya masjid merupakan tempat ibadah seorang muslim dimanapun berada. Membangun masjid merupakan amal yang pahalanya mengalir terus hingga mati. Ketika masjid tersebut sudah berfungsi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat untuk beribadah, meskipun orang yang membangunnya sudah meninggal, pahala orang yang membangun tersebut akan terus mengalir. Maka dari itu, kenapa membangun masjid bisa dianggap sebagai salah satu contoh sedekah jariyah.

Meskipun demikian, bersedekah jariyah bukan hanya masalah membangun masjid. Namun, orang-orang yang mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid juga temasuk sedekah jariyah, atau membangun masjid supaya bisa digunakan dengan nyaman oleh masyarakat luas yang ingin beribadah di dalamnya.

Hadits oleh Muslim, Ath-Thabrani, Ibnu Majah, dan Baihaqi meriawayatkan, Rasulullah bersabda, 

وَمَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya: "Barangsiapa yang masjid membangun rumah." (HR Muslim, Ath-Thabrani, Ibnu Majah, & Baihaqi)

3. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat

Hal ini merupakan hal sederhana yang dapat kita lakukan supaya pahala mengalir terus hingga meninggal dan tanpa mengeluarkan modal. Dan aspek yang ketiga ini biasanya dilakukan oleh seorang pengajar baik di suatu lembaga resmi maupun tidak.

Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu majah yang bermakna “Amal saleh dan kebaikan seorang mukmin yang tetap lestari setelah kematiannya adalah; Pertama, ilmu yang diamalkan dan disebarkan. Kedua, anak saleh yang di tinggalkan. Ketiga, buku yang diwariskan. Keempat, masjid yang di bangun. Kelima, rumah yang didirikan untuk ibnu sabil. Keenam, saluran air yang dialirkan. Ketujuh, sedekah yang ia keluarkan sewaktu masih sehat ketika masih hidup. Sedekah ini akan tetap lestari setelah ia meninggal." (HR Ibnu Majah)

4. Membangun Sumur

Contoh lain untuk mendapatkan pahala jariyah ialah dengan ikut berkontribusi dalam pembangunan. Artinya seseorang bisa mendaftar dengan tenaga sendiri atau donasi berupa harta. Terlebih jika sumber mata air itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti di daerah yang kesulitan untuk memperoleh air. Hal ini akan menjadi pahala yang terus mengalir selama manfaat air yang muncul dari sumur itu dapat dirasakan oleh makhluk Allah di bumi ini.

Sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan dari Sa'id bin Al-Musayyib, dari Sa'ad bin 'Ubadah, ia berkata: 

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ

Artinya: "Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, bolehkah aku bersedekah atas namanya?" Jawab Rasulullah, "Iya, boleh." Sa'ad bertanya lagi, "Lalu sedekah apa yang paling afdal?" Jawab Rasulullah, "Anggota minum air." (HR.An-Nasai)

Manfaat Sedekah Jariyah

1. Meraih hidup yang berkah

Dengan sedekah, terjalin hubungan jangka panjang dengan orang lain saat berinteraksi seperti donasi bersama atau menengok keadaannya.

Telebih lagi Allah tidak akan menahan ganjaran yang dilipatgandakan. Misalnya, bersedekah kepada anak yatim atau piatu dan bersedekah kepada anak yang berkebutuhan khusus, maka Allah balas berkali-kali lipat dengan rezeki yang bertambah, keberkahan harta, dipanjangkan umur, dan masih banyak lagi.

Tindakan kasih memberi secara sukarela tanpa dibatasi waktu dan jumlah tertentu atau bisa disebut sedekah jariyah. Karena sedekah melarang ketidak ikhlasan, maka dalam sedekah tidak boleh ada paksakan, tapi memang panggilan jiwa dan hati nurani. 

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda:

“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan satu kesusahan darinya pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah pasti menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim)

2. Ikhtiar menolak bala

Sedekah dapat membuat kita terhindar dari bahaya atau bala sebab kita telah melepaskan 1 kesusahan orang lain. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw bahwa sedekah dapat menolak 70 macam bala hingga terhindar dari penyakit.

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa menyembuhkan sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR. Baihaqi & Thabrani)

3. Akhir Hayat yang Tenang

Setiap manusia pasti tidak luput dari dosa, baik itu disengaja maupun tidak. Segala perbuatan dosa pasti akan mendapatkan murka dari Allah SWT, dengan sedekah bisa menjadi salah satu jalan untuk memadamkan amarah atau murka Allah SWT.

Selain itu, sedekah jariyah menjadi media untuk pengingat diri supaya kita bisa hidup semakin baik dari hari ke hari. Dan dengan kita selalu mengingat Allah, maka sedekah dilakukan semata mata untuk tujuan akhirat, dengan demikian ruh akan kembali dengan tenang.

Pandangan Pengusaha Muslim tentang Sedekah

Pada umumnya para pengusaha muslim sepakat bahwa arti dari sedekah secara umum adalah memberikan atau mentasharruf-kan sebagian hartanya kepada orang lain dengan mengharap ridho Allah SWT. Pengusaha muslim yang senantiasa melaksanakan sedekah dalam bisnisnya akan terlihat jelas dampak atau hasil yang diraihnya. Seorang pengusaha yang mengerjakan sedekah akan lebih dimudahkan dan diberi kelancaran dalam setiap kegiatannya untuk menjemput rezeki. Alasannya, karena dalam bersedekah adalah mengharapkan pahala serta mengharapkan ridho Allah SWT dalam seluruh kegiatannya dan merupakan anjuran dari nabi Muhammad SAW. Sehingga ketika Allah SWT telah memberikan ridho-Nya, maka insya Allah akan dipermudah dan dilancarkan seluruh kegiatannya termasuk di dalam bisnisnya. Para pengusaha muslim tentu akan menyadari bahwa dengan bersedekah akan menimbulkan dorongan positif atau motivasi dalam bekerja. Seperti meningkatnya etos bekerja sehingga dapat memberikan kinerja yang baik bagi bisnisnya.

Dampak Sedekah pada Keberlangsungan Usaha Pengusaha Muslim

Pengusaha muslim yang melaksanakan sedekah secara rutin pasti akan berdampak pada kehidupannya. Akibatnya, akan menjadi termotivasi dalam kehidupan sehari-hari untuk senantiasa melaksanakan sedekah. Sehingga hal ini timbul dari dalam hatinya sendiri. Dampak pada keberlangsungan usaha diantaranya meningkatnya pertumbuhan dan perkembangan usaha serta mampu bertahan dalam mengatasi kondisi yang sulit. Dengan senantiasa melaksanakan sedekah menjadikan pengusaha muslim untuk meningkatkan amal ibadahnya yang pada akhirnya berdampak pada kehidupan sosial dan rezeki yang diterimanya.

Adapun pengusaha muslim yang kurang istiqamah dalam melaksanakan sedekah, maka hasil yang diterima tentunya berbeda dengan pengusaha muslim yang melaksanakan sedekah secara rutin. Meskipun tercapainya beberapa keberlangsungan yang umum seperti finansial, namun nampak sekali hal yang membedakan diantara keduanya dari hasil yang diterimanya.

Selain merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi dan disukai Allah, tapi sedekah juga memiliki nilai kemanusiaan yang besar, yang mana bisa meringankan beban dan menyejahterakan orang lain. Begitu tingginya nilai sedekah, sampai-sampai digambarkan dalam ayat al Qur’an tentang kisah seseorang yang akan dicabut nyawanya, kemudian seseorang itu berharap sekiranya ada penundaan sejenak saja, maka dia akan menggunakan kesempatan tersebut untuk bersedekah karena ia menyadari bahwa sedekah itu kebajikan yang sangat tinggi bobot nilainya di mata Allah SWT.

Salah satu sedekah jariyah yang dapat memberikan implikasi besar bagi peningkatan ekonomi umat adalah sedekah. Dan salah satu contoh sedekah jariyah adalah wakaf.  Wakaf juga dikategorikan sebagai ibadah sosial yang berinteraksi membangun hubungan harmonis antara sesama manusia dan manusia (hablum minannas) dan dengan Allah (hablum minallah). Kedua hubungan tersebut mengandung nilai sosial ekonomi religius yang dapat membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan umat dengan menekankan rasa tanggung jawab sosial bagi peningkatan kesejahteraan diantara umat Islam.

Kisah Inspiratif sebagai Teladan

Misalnya, seperti kisah sahabat Abu Thalhah, karena ingin menggapai kebajikan yang sempurna, sahabat Abu Thalhah dengan suka rela menyedekahkan kebun Birha kesayangannya, sebagai respon atas turunnya QS. Ali Imran ayat 92 :

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Yang artinya : Kalian tidak sekali-kali sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai dan apa saja yang kalian nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Menyisihkan harta untuk disedekahkan bukan berarti mengurangi harta. Justru, pada hakikatnya menambah harta dengan tambahan yang berlipat-lipat karena Allah telah menjamin rizki hambaNya. Karena sebagian dari harta yang kita miliki ada hak orang lain pada harta kita dan harta itu hanya titipan Allah semata.

Semoga segala amal baik kita pada umumnya dan sedekah kita pada khususnya, diterima oleh Allah SWT.

Yuk, tunaikan sedekah jariyah anda

Mudah tanpa ribet melalui Goedang Zakat.


Print Share Tweet Whatsapp Messanger