Beginilah Cara Menghitung Zakat Penghasilan Dengan Benar

Berita Ditulis oleh : Administrator 26 November 2019 | 03:03:16

Print Share Tweet Whatsapp Messanger

Kali ini Saya akan menjelaskan artikel mengenai cara menghitung Zakat Penghasilan. Akan tetapi, apakah kalian tahu apa itu arti zakat penghasilan dan cara menghitung zakat penghasilan ? Mari simak artikel berikut ini.

Seorang muslim atau muslimah yang mampu secara ekonomi wajib menyisihkan sebagian harta yang ia miliki untuk diberikan kepada orang-orang yang termasuk dalam delapan golongan ashnaf yang berhak menerima zakat.

Zakat terdapat dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Nah salah satu jenis dari zakat mal yaitu zakat penghasilan atau biasa disebut zakat profesi.

2. Pengertian Zakat Penghasilan

A. Arti Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan atau biasa sering disebut dengan Zakat Profesi adalah bagian dari zakat mal yang harus dikeluarkan dari harta yang dikenakan pada pekerjaan yang tidak melanggar syariah dan mempunyai pendapatan rutin  berupa uang yang telah mencapai nisab.

Menurut Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawi mereka mengqiyaskan Zakat Penghasilan dengan Zakat Pertanian yang dikeluarkan tiap kali didapatkan.

Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Belanjakanlah (pada jalan Allah) sebahagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya (lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat), padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu (kalau diberikan kepada kamu), kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi sentiasa Terpuji.” (Qs Al-Baqarah  267)

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah: 103)

B. RUANG LINGKUP ZAKAT PROFESI

Seluruh pendapatan yang dihasilkan setiap orang muslim dan muslimah dari suatu pekerjaan atau profesi dalam bentuk gaji, upah, honorium dinamakan ruang lingkup zakat profesi.

C. NISHAB DAN HAUL ZAKAT PENGHASILAN

Nishab ialah batasan terendah yang sudah ditetapkan oleh syari’ah yang menjadi pedoman untuk menentukan kewajiban menunaikan zakat bagi yang mampu dan mencapai pada batasan tersebut.

Semua jenis zakat pasti mempunyai cara hitung yang tersendiri dan berbeda-beda.

Syarat-syarat nishab yaitu sebagai berikut:

  1. Harta yang akan dizakati diluar kebutuhan yang harus dipenuhi kebutuhan seseorang seperti, tempat tinggal, makanan, pakaian, kendaraan, dan alat yang digunakan untuk melakukan mata pencaharian
  2. Harta yang akan dizakatkan telah berjalan selama satu tahun (Haul), terhitung dari kepemilikan nishab.

Nishab zakat penghasilan ialah 5 wasaq atau 652,8 kg gabah/setara dengan 520 kg beras dan sebanyak 2,5 persen dari setiap penghasilan yang telah kita terima.

D. CARA MENGHITUNG ZAKAT PENGHASILAN

CARA MENGHITUNG ZAKAT PENGHASILAN

Menurut Yusuf Qorodhowi, disarankan yaitu dari pendapatan kotor agar lebih bijaksana. Ada dua cara menghitung zakat penghasilan sebagai berikut:

  1. Cara Menghitung Zakat Penghasilan dari pendapatan kotor : Jumlah zakat yang dikeluarkan = total pendapatan atau keseluruhan X 2,5 persen
  2. Cara Menghitung Zakat Penghasilan dari laba bersih:
    Zakat penghasilan wajib = Total penghasilan – Penghasilan bulanan
    Jumlah zakat yang harus dibayarkan = Penghasilan wajib zakat x 2,5 persen
  • Pengeluaran perbulan yaitu pengeluaran kebutuhan primer seperti pakaian, makanan, rumah
  • Pengeluaran bulanan ialah pengeluaran pribadi, istri, tiga (3) anak, orang tua, dan cicilan. Jika dia seorang istri maka kebutuhan pribadinya adalah tiga (3) anak dan pembayaran hipotek tidak termasuk dalam pengeluaran bulanan.

Contoh :

Nishab zakat penghasilan ada dua jenis:

Pertama, jika pendapatan bersih yang diterima selama satu tahun (setelah dikurangi total hutang dan kewajiban). Dan telah mencapai nishab (85 gram emas) dalam satu tahun. Maka, Anda wajib mengeluarkan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen dari penghasilan bersih tahunan Anda.

Jika perkiraan harga emas per gram Rp 400.000,00 maka nishab zakat penghasilan yaitu 85 X Rp 400.000,00 = Rp 34.000.000,00 pertahun maka Anda wajib melaksanakan zakat penghasilan. Denga cara menghitung ini, Anda dapat menunaikan zakat pertahun.

Jika zakat penghasilan dilaksanakan perbulan, maka zakatnya wajib dikeluarkan sebasar 2,5 % apabila telah mencapai nishab (520 kg beras) dari total pendapatan bersih yang diterima pada setiap bulannya.

Kedua, jika perkiraan harga beras per kilogramnya yaitu Rp 12.000,00 maka nishab zakat penghasilan yaitu 520 X Rp 12.000,00 = Rp 6.240.000,00 perbulan. Jika penghasilan bersih perbulan Anda mencapai Rp 6.240.000,00 maka Anda wajib mengeluarkan zakat.

Namun, jika penghasilan Anda perbulan tidak mencapai nishab, maka Anda tidak mengeluarkan zakat penghasilan.

E. KEUTAMAAN MENUNAIKAN ZAKAT

Selain zakat juga mempunyai manfaat bagi penerima zakat (mustahiq), namun juga bermanfaat bagi yang memberi zakat (muzaki) tersebut.

Berikut manfaat atau keutamaan menunaikan zakat:

1. Membersihkan harta dan jiwa

Pada hakikatnya, harta kita didalamnya terdapat hak-hak orang lain. Dengan kita mengeluarkan harta untuk orang yang berhak, tentunya akan membersihkan harta kita.

2. Sebagai sarana pengendali diri

Dengan zakat, kita dapat mengontrol hawa nafsu atau keinginan dan kecintaan pada harta. Zakat juga dapat mengintropeksi diri kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Jadi, daripada kita mengeluarkan untuk kebutuhan konsumtif, lebih baik dikeluarkan untuk berbagi kebaikan sesama umat muslim serta mendapat ketenangan hati.

3. Mudah dalam mengelola uang

Dengan Anda menunaikan zakat, akan terbiasa dalam mengatur atau mengelola uang, sehingga Anda dapat menyisihkan uang untuk berzakat di awal waktu. Dan juga, dapat dengan bijak dalam menggunakan harta yang Anda miliki.

4. Mengurangi pajak penghasilan

Menurut UU Nomor 23 Tahun 2011 mengenai pengelolaan zakat. Zakat dapat mengurangi Pendapatan Kena Pajak (PKP), karena zakat sendiri bukan termasuk objek pajak, sehingga membayar zakat bisa mengurangi PKP.

Dijelaskan dalam Pasal 14 ayat (3) Undang-Undang 38/1999 bahwa pengurangan zakat dari pendapatan sisa dari kena pajak dimaksudkan supaya wajib pajak tidak terkena beban ganda yaitu dengan kewajiban membayar zakat dan kewajiban membayar  pajak.

Ketentuan ini masih diatur dalam UU yang terbaru yakni dalam Pasal 22 UU 23/2011: “Zakat yang dibayarkan oleh muzaki kepada BAZNAS atau LAZ dikurangkan dari penghasilan kena pajak.”

Bagi orang yang menunaikan zakat serta pajak dengan cara dipotong oleh instansi atau perusahaan tempat Anda bekerja, maka zakat tersebut dimasukkan dalam pengurangan penghasilan bruto.

5. Sarana  untuk mencapai pemerataan keadilan sosial

Mengelola zakat untuk memberikan pada orang yang membutuhkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan. Meskipun Anda memberikan harta tersebut, namun harta itu tidak akan hilang atau berkurang.

Hal itu akan dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan dan rezeki yang melimpah.

6. Menyempurnakan keislaman

Zakat merupakan bagian dari rukun islam yang keempat. Apabila Anda melakukannya maka, keislamannya akan menjadi sempurna. Dengan berzakat, banyak hikmah yang dapat diambil untuk sebagai motivasi diri kita semua.

7. Menjadikan masyarakat islam dalam satu kesatuan

Dengan zakat, orang yang berkecukupan dapat membantu orang yang kekurangan, dengan begitu akan merasa seperti saudara.

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ

Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al Qoshosh: 77)

8. mendapatkan petunjuk dan hidayah dalam segala urusan

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)

Dengan mengetahui cara menghitung zakat penghasilan yang harus Anda bayarkan, Anda bisa lebih mudah menyalurkan zakatnya. Dengan berzakat penghasilan, tidak ada lagi beban kewajiban yang bisa mengurangi nilai ibadah Anda sebagai seorang muslim atau muslimah.

Dan zakat penghasilan dapat diawalkan, jadi tidak harus menunggu selama satu tahun terlebih dahulu untuk melakukan zakat penghasilan .

Itulah artikel mengenai zakat penghasilan dan cara menghitungya. Semoga bermanfaat untuk kalian semua. Yuk segera tunaikan zakat penghasilan.


Print Share Tweet Whatsapp Messanger